PESISIR SELATAN – SMAN 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan melalui perencanaan program yang terukur, transparan, dan akuntabel. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar In House Training (IHT) Perencanaan Berbasis Data (PBD) Tahun 2026 selama dua hari, Kamis hingga Jumat (8–9 Oktober 2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai penyusunan program sekolah berdasarkan kebutuhan nyata, data yang akurat, serta pengelolaan anggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, perencanaan berbasis data menjadi fondasi penting bagi sekolah dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas program. Dengan pendekatan ini, setiap kegiatan yang dirancang diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan sekolah dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
IHT tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Mahyan, S.Pd., MM., Kepala Bidang PSMA-SLB, Hendri Efemdi, S.Kom., dari Tim Manajemen BOS/Koordinator Peserta Didik PSMK, Chen Chen Moting, S.Pd., MM., dari Tim Manajemen BOS/Koordinator Urusan PSLB, serta Jamaas Nur, S.Sos., dari Tim Manajemen BOS Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Komite SMAN 1 Sutera, Desmorizal, dan Bendahara Komite, Pufima Castro, SE. Kehadiran unsur komite menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan pendidikan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala SMAN 1 Sutera, Yuliwarman, S.Pd menyampaikan, bahwa IHT Perencanaan Berbasis Data Tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan dan tata kelola sekolah. Melalui kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan semakin memahami pentingnya menyusun program berdasarkan data yang akurat, kebutuhan nyata, serta skala prioritas yang jelas.
“Perencanaan berbasis data sangat penting agar setiap program yang kita susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Pengelolaan anggaran juga harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel, sehingga setiap sumber daya yang dimiliki sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan peserta didik,” ujar Yuliwarman.
Ia berharap, materi dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari penyusunan program kerja, perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan pelaporan.
Menurutnya, kemajuan sekolah tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh unsur sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, staf tata usaha, hingga komite sekolah.
“Kemajuan sekolah tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen, keterbukaan, dan kerja sama seluruh warga sekolah bersama komite. Kami berharap IHT ini tidak hanya menambah pemahaman, tetapi juga melahirkan langkah-langkah nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMAN 1 Sutera,” katanya.
Selama pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, tanya jawab, dan praktik penyusunan dokumen perencanaan. Interaksi tersebut membuka ruang bagi warga sekolah untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, bertukar pengalaman, serta merumuskan langkah perbaikan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.
Pada hari pertama, Kamis (8/10), pembahasan difokuskan pada pentingnya perencanaan berbasis data dalam pengelolaan satuan pendidikan, prinsip dasar pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), serta identifikasi data sekolah sebagai landasan penyusunan program kerja.
Materi tersebut menekankan pentingnya ketertiban dalam pengelolaan anggaran, ketepatan menentukan prioritas, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, penyusunan program sekolah diharapkan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memasuki hari kedua, Jumat (9/10), peserta mendalami mekanisme penganggaran dan pelaporan keuangan BOSP, peran komite sekolah dalam pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan dana, hingga penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) berbasis data.
Evaluasi program serta penyusunan langkah strategis untuk tahun berikutnya turut menjadi perhatian. Melalui pembahasan tersebut, sekolah diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan, ketersediaan sumber daya, dan target peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sekaligus mendiskusikan alternatif penyelesaian bersama narasumber. Pendampingan langsung juga diberikan agar materi yang disampaikan tidak berhenti sebatas pemahaman teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan sekolah.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Komite SMAN 1 Sutera, Desmorizal. Ia mengapresiasi pelaksanaan IHT yang dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan komite, terutama dalam mendorong pengelolaan keuangan yang transparan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Komite sekolah berkomitmen mendukung kemajuan SMAN 1 Sutera sekaligus menjalankan peran pengawasan secara konstruktif agar pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, perwakilan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi antusiasme dan komitmen warga SMAN 1 Sutera dalam mengikuti kegiatan. Keterlibatan seluruh unsur sekolah, termasuk komite, diharapkan menjadi modal penting untuk membangun tata kelola pendidikan yang semakin baik.
Melalui pelaksanaan IHT Perencanaan Berbasis Data Tahun 2026, SMAN 1 Sutera diharapkan semakin mampu menyusun program berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan anggaran, serta memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas.
Pada akhirnya, perencanaan yang baik bukan hanya berkaitan dengan tertib administrasi, melainkan juga tentang bagaimana setiap kebijakan dan sumber daya sekolah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peserta didik.
Dengan komitmen bersama antara kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah, SMAN 1 Sutera diharapkan terus berkembang menjadi satuan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. (Pufima Castro)















