PESISIR SELATAN – Cabang olahraga (cabor) catur Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi ditutup di Gedung Painan Convention Center (PCC), Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (13/10/2026). Kesuksesan penyelenggaraan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pesisir Selatan yang dipercaya menjadi tuan rumah, sekaligus membuka peluang pengembangan olahraga catur dan pariwisata daerah.
Di tengah persaingan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Pesisir Selatan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan semangat sportivitas, profesionalitas, dan persaudaraan melalui olahraga.
Mengusung tema “Olahraga Menyatukan, Prestasi Membanggakan, Sumbar Hebat, Olahraga Juara”, kompetisi catur yang berlangsung sejak 2 Oktober 2026 itu diikuti sekitar 200 atlet dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Pesisir Selatan, Ali Asman, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan pertandingan sejak awal hingga penutupan.
“Alhamdulillah, dari awal hingga akhir kegiatan ini sukses digelar. Sejak awal, kami memang berharap bagaimana kegiatan ini berjalan lancar sampai penutupan. Mudah-mudahan Porprov XVI Sumatera Barat ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada atlet yang berhasil meraih medali dan berpesan agar prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi atlet yang belum memperoleh medali, ia meminta agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat menghadapi kesempatan berikutnya.
“Semoga atlet yang mendapatkan medali pulang dengan selamat. Begitu juga atlet yang belum mendapatkan medali, hendaknya tetap bersabar dan semangat. Masih ada peluang pada event-event berikutnya,” katanya.
Ali Asman juga menegaskan bahwa panitia dan PERCASI Pesisir Selatan berupaya menjaga profesionalitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, setiap pertandingan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi keadilan, tanpa intervensi, intimidasi, maupun tumpang tindih kepentingan dari pihak mana pun.
“Kita berlaku sangat adil dan profesional. Tidak ada intervensi atau tumpang tindih dalam setiap pertandingan. PERCASI sangat menjunjung tinggi profesionalitas. Saya sebagai ketua panitia dan tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutur Ali Asman.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh undangan yang hadir untuk mengenang almarhum Azraf Zawir, yang akrab disapa Pak De, Sekretaris Pengprov PERCASI Sumatera Barat, yang meninggal dunia pada Sabtu (10/10/2026) pukul 03.15 WIB di RSUD Dr. M. Zein Painan.
Kepergian tokoh catur tersebut menjadi kabar duka di tengah berlangsungnya Porprov XVI Sumatera Barat. Kehilangan itu turut dirasakan seluruh insan olahraga catur yang selama ini mengenal dedikasi almarhum terhadap perkembangan olahraga tersebut.
“Atas nama pribadi dan masyarakat Pesisir Selatan, saya mengajak kita semua mengirimkan doa kepada almarhum dan mengheningkan cipta sejenak. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PERCASI Sumatera Barat, Boy Purbadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan panitia pelaksana atas dukungan fasilitas yang diberikan selama pertandingan.
Ia mengaku terkesan dengan Gedung PCC yang menjadi lokasi penyelenggaraan catur Porprov XVI Sumatera Barat.
“Terima kasih banyak telah memfasilitasi kami dengan gedung yang sangat mewah ini. Jujur, ini perdana bagi kami. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pesisir Selatan selaku tuan rumah cabang olahraga catur di gedung yang sangat megah ini,” ujarnya.
Boy Purbadi juga mengingatkan atlet yang meraih medali agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, prestasi yang diperoleh harus menjadi pijakan untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan. Adapun atlet yang belum berhasil naik podium diharapkan tetap menjaga semangat karena masih banyak kejuaraan yang dapat diikuti.
Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kesiapan Pesisir Selatan dalam menyediakan fasilitas dan mendukung penyelenggaraan pertandingan catur tingkat provinsi.
Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang), Hadi Susilo, berharap penyelenggaraan catur Porprov tidak berhenti sebatas kompetisi olahraga, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya panitia pelaksana, yang telah bekerja sehingga rangkaian pertandingan dapat berlangsung sukses dan lancar tanpa gesekan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya panitia pelaksana, sehingga acara ini dapat berjalan sukses dan lancar tanpa adanya gesekan apa pun,” katanya.
Hadi Susilo berharap prestasi atlet yang memperoleh medali dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet lainnya untuk terus berkembang. Ia menilai, kesempatan untuk berprestasi masih terbuka melalui berbagai agenda olahraga pada masa mendatang.
Lebih jauh, ia mendorong agar ke depan Pesisir Selatan dapat mengembangkan turnamen catur dengan konsep berbeda, termasuk menggelarnya di ruang terbuka dan kawasan wisata.
Menurutnya, Pesisir Selatan memiliki bentang alam dan pantai yang indah sehingga berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen catur yang memadukan olahraga dengan daya tarik wisata.
“Ke depan, bagaimana kegiatan olahraga catur ini dapat kita laksanakan di Pesisir Selatan secara outdoor. Daerah kita memiliki banyak pantai yang indah. Kita gelar turnamen catur di tepi pantai dan tempat terbuka. Semoga banyak peminatnya dan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak,” ucapnya.
Gagasan tersebut diharapkan dapat memperluas minat masyarakat terhadap olahraga catur sekaligus memperkenalkan potensi wisata Pesisir Selatan kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.
Pada kesempatan yang sama, Hadi Susilo juga mengajak para atlet, ofisial, dan rombongan dari kabupaten/kota lain untuk menyempatkan diri mengunjungi destinasi wisata unggulan Pesisir Selatan, di antaranya Pantai Carocok Painan dan kawasan wisata Mandeh.
Ia berharap kehadiran peserta Porprov tidak hanya memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga, tetapi juga turut menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
“Atas izin Ketua Pengprov PERCASI Sumatera Barat dan kita bersama, Porprov XVI untuk cabang olahraga catur kami nyatakan resmi ditutup,” tutur Hadi Susilo.
Di sisi prestasi, kontingen Pesisir Selatan berhasil mengoleksi tiga medali perak dari cabang olahraga catur Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Ketiga medali tersebut disumbangkan oleh atlet putri yang tampil pada nomor pertandingan berbeda.
Julia Ayu Ningsih menyumbangkan dua medali perak, masing-masing pada nomor papan satu perorangan dan catur kilat putri. Sementara itu, satu medali perak lainnya diraih Deli Yuliana pada nomor papan dua perorangan putri.
Raihan tiga medali perak tersebut menjadi catatan prestasi kontingen Pesisir Selatan dalam persaingan catur tingkat provinsi. Hasil ini sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.
Berakhirnya pertandingan catur Porprov XVI Sumatera Barat di Painan bukan sekadar menandai selesainya kompetisi. Lebih dari itu, penyelenggaraan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, menjaga sportivitas, serta membuka ruang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.



















