PESISIR SELATAN – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi ditutup. Berakhirnya pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut menjadi momentum bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama daerah di arena pertandingan.
Ketua Umum KONI Pesisir Selatan, M. Adli, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen Pessel yang telah berjuang dengan penuh semangat, disiplin, dan menjunjung sportivitas selama mengikuti Porprov XVI Sumbar 2026.
Menurutnya, berakhirnya kompetisi bukan berarti perjuangan olahraga daerah telah usai. Sebaliknya, penutupan Porprov harus menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk membangun prestasi yang lebih baik pada ajang berikutnya.
“Penutupan ajang ini bukanlah akhir, melainkan bukti nyata dari kerja keras, tetesan keringat, dan kedisiplinan yang telah teman-teman tunjukkan di gelanggang pertandingan. Terima kasih telah menjaga sportivitas dan membawa nama baik Kabupaten Pesisir Selatan dengan penuh kehormatan,” ujar M. Adli dalam pesannya kepada seluruh kontingen Pessel, Kamis (15/10/2026).
Ia mengapresiasi perjuangan para atlet dari 41 cabang olahraga (cabor) yang telah menjadi bagian dari kontingen Pesisir Selatan. Setiap atlet, kata dia, memiliki peran dalam perjalanan olahraga daerah, baik mereka yang berhasil membawa pulang medali maupun yang belum memperoleh hasil sesuai harapan.
Bagi atlet dan cabang olahraga yang berhasil meraih medali, M. Adli berpesan agar capaian tersebut tidak membuat mereka cepat berpuas diri. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan, ditingkatkan, dan dijadikan motivasi untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat pada masa mendatang.
Sementara itu, bagi atlet yang belum beruntung meraih medali, ia meminta agar pengalaman selama Porprov dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kemampuan, dan kembali berjuang dengan persiapan yang lebih matang.
“Bagi cabor yang berhasil meraih medali, pertahankan dan tingkatkan prestasinya. Bagi yang belum beruntung, jadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan untuk evaluasi dan bangkit lebih kuat di ajang berikutnya. Perjuangan teman-teman semua adalah kebanggaan sejati bagi seluruh masyarakat Pesisir Selatan,” katanya.
M. Adli menegaskan, keberhasilan pembinaan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang berhasil dikumpulkan. Proses panjang yang dijalani atlet, kedisiplinan dalam latihan, semangat menghadapi lawan, serta keberanian untuk terus berkompetisi juga merupakan bagian penting dari perjalanan membangun prestasi.
Karena itu, ia berharap seluruh pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan ofisial tetap menjaga kekompakan setelah Porprov berakhir. Evaluasi terhadap hasil pertandingan perlu dilakukan agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi seluruh unsur olahraga menjadi modal penting bagi Pesisir Selatan untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun pada kejuaraan yang lebih tinggi.
“Mari kita terus jaga kekompakan dan semangat membina olahraga daerah. Sampai jumpa di panggung prestasi selanjutnya,” tutur M. Adli.
Ia juga menyampaikan bahwa perjuangan kontingen Pesisir Selatan selama Porprov XVI Sumbar merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengharumkan nama daerah. Dukungan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, ofisial, serta masyarakat dibutuhkan agar pembinaan atlet dapat terus berkembang.
Dengan resmi berakhirnya Porprov XVI Sumbar 2026, KONI Pesisir Selatan berharap semangat kompetisi tidak ikut padam. Para atlet diharapkan tetap berlatih, menjaga disiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya untuk kembali mengukir prestasi.
“Maju terus olahraga Pesisir Selatan!” demikian pesan M. Adli, menutup ungkapan apresiasinya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial kontingen Pessel.












