PESISIR SELATAN — Pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Fasilitas olahraga yang terdampak bencana juga menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.
Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, menyampaikan rencana penganggaran sebesar Rp100 juta pada 2027 untuk pembangunan permanen lapangan bola yang terdampak banjir. Sebelum pembangunan dilakukan, lapangan tersebut untuk sementara waktu akan direlokasi.
Namun, Darmansyah menegaskan, rencana pembangunan itu harus didukung kesiapan lahan dan kelengkapan dokumen kepemilikan agar penggunaan anggaran daerah memiliki dasar administrasi dan legalitas yang jelas.
“Nanti tolong siapkan tanah dan lengkapi surat-suratnya, sebab ini nanti menggunakan uang daerah,” kata Darmansyah saat mendampingi Bupati Pessel, Hendrajoni, meninjau posko tanggap darurat bencana di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Sabtu (17/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya pemulihan wilayah Tapan setelah diterjang banjir dan tanah longsor. Kerusakan fasilitas umum menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya menyentuh rumah warga dan akses transportasi, tetapi juga sarana yang selama ini menjadi ruang aktivitas dan kebersamaan masyarakat.
Rencana penganggaran Rp100 juta pada 2027 diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan kembali lapangan bola yang layak digunakan. Meski demikian, kesiapan lahan dan kelengkapan dokumen menjadi tahapan penting yang perlu diselesaikan agar rencana tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan penggunaan keuangan daerah.
Di sisi lain, penanganan dampak bencana di Tapan masih menghadapi sejumlah pekerjaan mendesak. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di wilayah terdampak, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan berat dan pelayanan air bersih belum sepenuhnya pulih.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, turun langsung ke posko tanggap darurat untuk memastikan penanganan bencana berjalan dan bantuan bagi masyarakat dapat disalurkan dengan cepat.
Dalam kunjungan tersebut, Hendrajoni mengapresiasi seluruh personel yang telah bekerja siang dan malam membantu masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, TNI, kepolisian, dan instansi terkait dalam mempercepat penanganan dampak bencana.
“Ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait, termasuk TNI dan kepolisian, yang hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan secara cepat,” ujar Hendrajoni.
Ia juga meminta agar bantuan yang tersedia segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang terdampak langsung banjir dan tanah longsor.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah turut menyerahkan bantuan sembako dan kursi roda secara simbolis kepada masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan hasil peninjauan Sekretaris Daerah Pessel, Zainal Arifin, pada Jumat (16/10/2026), dampak bencana tercatat cukup besar di dua kecamatan di kawasan Tapan.
Di Kecamatan Rahul Tapan, sebanyak 1.460 kepala keluarga (KK) atau 4.830 jiwa terdampak. Sebanyak 26 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sedangkan kebutuhan bantuan beras mencapai 7.300 kilogram.
Adapun di Kecamatan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 671 KK atau 2.312 jiwa. Satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, dengan kebutuhan bantuan beras mencapai 3.300 kilogram.
Pada sektor infrastruktur, dari 14 titik longsor yang ditemukan, baru satu titik yang dilaporkan selesai ditangani. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga melakukan pekerjaan untuk mengantisipasi longsor dan menangani gangguan akses jalan.
Sementara itu, pasokan listrik di wilayah terdampak telah kembali tersambung sejak Kamis (15/10). Namun, distribusi air bersih masih terganggu akibat jaringan PDAM yang terputus di dua titik. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 500 KK.
Situasi ini memperlihatkan bahwa pemulihan Tapan membutuhkan penanganan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar warga, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana.
Kunjungan Bupati Hendrajoni ke posko bencana tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pessel Darmansyah, Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Kepala Pelaksana BPBD Pessel Armen, Kepala Dinas PUPR Jaferi, sejumlah staf ahli, Camat Rahul Tapan Agnes Dheno Arnas, serta Kapolsek BAB Tapan IPTU Usman Kamal.



















