PESISIR SELATAN – Detik-detik menegangkan dialami seorang bocah berusia sekitar 8 tahun yang terseret arus laut saat mandi di Pantai Api-Api, Nagari Api-Api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Sabtu (24/10/2026).
Bocah tersebut sempat terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga menggunakan perahu. Beruntung, korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu bermula ketika tiga anak seusia korban sedang asyik mandi-mandi di pinggir pantai. Namun, suasana yang semula menyenangkan berubah menjadi kepanikan ketika salah seorang dari mereka tiba-tiba terseret arus laut yang deras hingga terbawa ke tengah.
Informasi kejadian tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan dari masyarakat pada Sabtu siang sekitar pukul 14.10 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dari Posko Painan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban.
Di tengah upaya penanganan, warga sekitar turut berperan penting dalam penyelamatan korban. Dengan menggunakan perahu, warga berhasil menjangkau dan mengevakuasi bocah tersebut setelah sekitar dua jam terapung-apung mengikuti arus laut di sekitar perairan Pantai Api-api, Kecamatan Bayang.
Setelah berhasil diselamatkan, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bayang untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Armen, mengapresiasi kepedulian dan kesigapan warga yang membantu menyelamatkan korban.
Ia mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain atau mandi di kawasan pantai. Arus laut yang kuat dapat berubah menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang dan memahami kondisi perairan.
“Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mandi di laut tanpa pengawasan. Arus dan gelombang laut bisa berubah sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan,” ujar Armen.
BPBD Pesisir Selatan, kata dia, juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat atau kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan pantai, meskipun kerap menjadi tempat bermain dan rekreasi, menyimpan risiko yang tidak boleh diabaikan. Pengawasan orang tua, kewaspadaan terhadap arus laut, serta kepedulian masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah personel BPBD Pesisir Selatan dikerahkan, yakni Kabid KL, Anggy Kurniawan, Dalvi Masyahari, Novi Setiawan, Frengki Hidayat, dan Abil Aswad.
Berkat pertolongan warga dan respons cepat petugas, bocah tersebut kini berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis.



















