PESISIR SELATAN – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kabupaten Pesisir Selatan tidak hanya berlangsung dalam balutan apel seremonial. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) memanfaatkan momentum tersebut untuk meluncurkan dua program strategis yang menyentuh langsung masa depan generasi muda, yakni penguatan kesehatan anak sekolah dan Gerakan Wakaf “Satu ASN Satu Buku”.
Apel Harganas yang digelar di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan, Senin (6/7/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pessel.
Dalam amanatnya, Hendrajoni menegaskan bahwa membangun keluarga berkualitas tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi. Menurutnya, keluarga yang tangguh harus ditopang oleh anak-anak yang sehat, cerdas, serta memiliki akses terhadap pendidikan dan literasi yang baik.
“Keluarga yang kuat lahir dari anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari persoalan kesehatan. Karena itu, pembangunan keluarga harus dimulai dari memastikan kesehatan mereka sejak usia sekolah,” ujar Hendrajoni.
Usai apel, Pemkab Pessel menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kesehatan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, serta Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut difokuskan untuk menyukseskan program skrining kesehatan anak sekolah dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Menurut Hendrajoni, program tersebut menjadi langkah strategis dalam menekan angka anemia pada remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan intervensi kesehatan hadir langsung di sekolah-sekolah. Skrining kesehatan dilakukan secara berkala agar kondisi kesehatan anak dapat diketahui sejak dini. Sementara pemberian Tablet Tambah Darah merupakan ikhtiar memutus mata rantai anemia sehingga generasi yang lahir ke depan menjadi lebih sehat dan berkualitas,” katanya.
Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun sejak dini. Karena itu, sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan keagamaan harus terus diperkuat agar pelayanan kepada anak-anak dapat berjalan secara optimal.
Tak berhenti pada isu kesehatan, Harganas 2026 juga menjadi momentum lahirnya gerakan literasi baru di Kabupaten Pesisir Selatan melalui peluncuran Gerakan Wakaf “Satu ASN Satu Buku”.
Gerakan tersebut diawali secara simbolis dengan penyerahan buku oleh Hendrajoni kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, kemudian diikuti ribuan ASN yang membawa dan menyerahkan buku-buku bacaan untuk diwakafkan kepada masyarakat.
Hendrajoni mengatakan, budaya membaca merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Menurutnya, rumah yang dipenuhi buku akan melahirkan generasi yang lebih kritis, berwawasan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang kesehatan anak, tetapi juga membangun kecerdasan keluarga. Saya ingin ASN menjadi pelopor gerakan literasi. Buku-buku yang dikumpulkan hari ini bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan jembatan ilmu yang akan membuka masa depan anak-anak kita hingga ke pelosok nagari,” ucap Hendrajoni.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya berbagi ilmu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, Adril Yesmen, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati serta antusiasme ASN dalam mengikuti gerakan wakaf buku tersebut.
Menurutnya, seluruh buku yang terkumpul akan dipilah, didata, kemudian didistribusikan ke perpustakaan daerah, perpustakaan nagari, hingga sudut-sudut baca di berbagai fasilitas publik.
“Alhamdulillah, melalui Gerakan Satu ASN Satu Buku ini kami memperoleh tambahan koleksi bacaan yang sangat beragam, mulai dari buku pengetahuan umum, agama, pertanian hingga literatur anak. Ini menjadi solusi nyata untuk memperkuat koleksi perpustakaan sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di nagari-nagari,” ujar Adril.
Melalui penguatan layanan kesehatan di sekolah dan gerakan literasi berbasis wakaf buku, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan optimistis dapat membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. Bagi Hendrajoni, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan anak-anak yang sehat serta masyarakat yang gemar membaca sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.














