Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Diperiksa, Penyidik Ajukan 60 Pertanyaan

PESISIR SELATAN – Penanganan kasus kematian guru PPPK, Ingga Pratama Putra (33), yang ditemukan meninggal dunia di sebuah mes polisi di kawasan Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terus bergulir. Pada Senin (6/7/2026), penyidik Satreskrim Polres Pesisir Selatan memeriksa orang tua dan kakak sepupu korban untuk melengkapi proses penyelidikan.

Ketiga anggota keluarga yang dimintai keterangan yakni ayah korban Saiful, ibu korban Asnawati, dan kakak sepupu korban Eva. Mereka datang memenuhi panggilan penyidik didampingi kuasa hukum keluarga, Dr. Rodi Chandra.

Pantauan di Mapolres Pesisir Selatan, keluarga korban terlihat menunggu giliran pemeriksaan di ruang Unit Resum Satreskrim. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan ibu korban sebagai saksi pertama, disusul ayah korban, kemudian kakak sepupu korban.

“Benar, hari ini kami mendampingi keluarga korban memenuhi panggilan penyidik Polres Pesisir Selatan untuk dimintai keterangan terkait perkara klien kami,” kata kuasa hukum keluarga, Rodi Chandra, kepada wartawan di Painan.

Menurut Rodi, penyidik menggali berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan korban sebelum meninggal dunia. Pertanyaan juga menyangkut hubungan korban dengan sejumlah anggota Polres Pesisir Selatan serta berbagai hal lain yang dinilai relevan dengan proses penyelidikan.

“Kurang lebih ada sekitar 60 pertanyaan yang diajukan kepada ibu, ayah, dan kakak sepupu korban. Keluarga bersikap kooperatif dan memberikan keterangan sesuai dengan apa yang mereka ketahui,” ujarnya.

Ia menegaskan, keluarga akan terus mengawal jalannya proses penyelidikan hingga kasus tersebut menemukan titik terang. Menurutnya, harapan keluarga adalah agar proses hukum berlangsung secara profesional, transparan, dan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Keluarga berharap seluruh proses dilakukan secara terbuka, objektif, dan tidak ada hal yang ditutup-tutupi sehingga keadilan benar-benar dapat ditegakkan,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Pessel, IPDA Ery Satria membenarkan adanya pemeriksaan terhadap keluarga korban.

Ia menyampaikan bahwa penyidik berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional dan terbuka. Pemeriksaan terhadap orang tua dan kerabat korban merupakan bagian dari upaya melengkapi alat bukti dan mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Ingga Pratama Putra.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah barang bukti yang telah dikirim ke laboratorium forensik.

“Sampel berupa cairan telah dikirim ke laboratorium Polri di Jakarta, sedangkan barang-barang elektronik milik korban telah dikirim ke Puslabfor Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Penyidik juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penghuni mes lainnya yang diduga mengetahui kondisi korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Sejauh ini sudah ada tiga orang yang dimintai keterangan. Apabila keluarga mengetahui adanya saksi lain yang memiliki informasi terkait perkara ini, kami persilakan menyampaikannya kepada penyidik,” ucap Ery.

Kasus kematian guru PPPK tersebut hingga kini masih menjadi perhatian publik. Keluarga korban terus mendorong agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh sehingga penyebab kematian Ingga Pratama Putra dapat terungkap secara jelas berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *