PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) mulai mempersiapkan sumber daya manusia kesehatan untuk menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) dalam dua dekade mendatang. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Perawatan Jangka Panjang (Long Term Care/LTC) bagi tenaga kesehatan di masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung selama sepekan, sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026, resmi ditutup pada Sabtu (4/7/2026) di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelatihan Kesehatan (BKOM Pelkes) Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dokter, perawat puskesmas, serta penanggung jawab Program Lansia Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Pesisir Selatan.
Penutupan pelatihan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Pesisir Selatan, Donny Tayes, SKM., M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Ade Gusman Indra, SKM., M.Si., Kepala UPTD BKOM Pelkes Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Seksi Diklat Ali Akbar, SKM., M.Kes., fasilitator pelatihan, serta Tim Kerja SDMK Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Pesisir Selatan.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan perawatan jangka panjang kepada lansia, terutama mereka yang mengalami keterbatasan fisik maupun gangguan mental sehingga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
Urgensi pelatihan tersebut semakin nyata mengingat proyeksi jumlah lansia di Kabupaten Pesisir Selatan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pesisir Selatan 2025–2045, pada tahun 2045 jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 118.785 jiwa atau sekitar 17,79 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54.117 jiwa merupakan laki-laki dan 64.668 jiwa perempuan.
Sekretaris Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Pesisir Selatan, Donny Tayes, mengatakan peningkatan jumlah lansia harus diantisipasi sejak dini melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
“Pelatihan ini merupakan investasi sumber daya manusia di bidang kesehatan. Ke depan, jumlah lansia akan terus meningkat sehingga pelayanan kesehatan juga harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan mereka. Lansia tidak hanya membutuhkan pelayanan medis, tetapi juga pendampingan dan perawatan jangka panjang yang berkualitas, berkesinambungan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup,” ujar Donny.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di wilayah kerja masing-masing sehingga pelayanan terhadap lansia menjadi lebih optimal.
“Ilmu yang didapat jangan berhenti di ruang pelatihan. Terapkan di puskesmas maupun di tengah masyarakat agar para lansia mendapatkan pelayanan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan tetap produktif menjalani masa tuanya. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh kelompok usia,” tambahnya.
Menurut Donny, sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, kader kesehatan, hingga pemerintah nagari menjadi kunci dalam mewujudkan sistem perawatan jangka panjang yang efektif bagi lansia di Kabupaten Pesisir Selatan.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap seluruh tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi kondisi kesehatan lansia, memberikan perawatan sesuai kebutuhan, serta mendampingi keluarga dalam merawat anggota keluarga yang memasuki usia lanjut. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam menghadapi era masyarakat menua (aging population) yang diproyeksikan terjadi dalam beberapa dekade mendatang.













