PESISIR SELATAN – Program sunatan massal gratis yang digelar UPT Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terus berlangsung. Meski antusiasme masyarakat belum sesuai harapan pada hari pertama, panitia tetap optimistis target peserta akan tercapai setelah pelaksanaan diperpanjang hingga Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pada Selasa (7/7/2026) itu menargetkan sebanyak 80 anak mengikuti layanan khitan gratis. Namun, hingga hari pertama pelaksanaan, baru 25 peserta yang telah menjalani proses sunat.
Kepala Puskesmas Surantih, drg. Indra Mayeldi, mengatakan kegiatan sengaja dilaksanakan selama dua hari agar masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan anak-anak mereka.
“Hari pertama baru 25 anak yang mengikuti sunatan massal. Karena target kami sebanyak 80 peserta belum tercapai, pelaksanaan kami lanjutkan sampai besok agar masyarakat yang belum sempat datang masih memiliki kesempatan mengikuti layanan ini,” ujar Indra.
Menurutnya, rendahnya jumlah peserta bukan disebabkan minimnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan khitan, melainkan karena masih kuatnya tradisi masyarakat di wilayah Surantih, Kecamatan Sutera yang menjadikan khitan sebagai bagian dari pesta keluarga.
“Selama ini masyarakat di Surantih memiliki kebiasaan apabila anak akan dikhitan, keluarga biasanya menggelar acara atau pesta besar-besaran dengan mengundang sanak saudara dan kerabat mereka. Tradisi itu masih sangat kuat sehingga program sunatan massal gratis belum menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia tetap optimistis target peserta akan tercapai hingga hari terakhir pelaksanaan. Sebab, anak-anak yang mengikuti khitan juga diberikan oleh-oleh berupa satu helai kain sarung dan satu botol susu.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini. Selain gratis, ada oleh-oleh untuk dibawa pulang. Dan seluruh tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten sesuai standar pelayanan medis. Kami optimistis hingga besok jumlah peserta akan terus bertambah,” ucapnya lagi.
Program sunatan massal di Puskesmas Surantih merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial kesehatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, mengatakan pemerintah menargetkan sebanyak 1.000 peserta mengikuti program sunatan massal gratis yang dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas mulai 1 hingga 8 Juli 2026.
“Sunatan massal ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memang sudah memasuki usia layak untuk disunat. Pelaksanaannya kami sebar di seluruh puskesmas agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan,” kata Agustina.
Selain sunatan massal, Pemkab Pesisir Selatan juga menyiapkan berbagai layanan kesehatan gratis lainnya dalam rangka HUT RI ke-81, di antaranya operasi katarak gratis bagi 52 pasien di RSUD M. Zein Painan pada 15 Agustus 2026, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Menurut Agustina, rangkaian bakti sosial tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus menghadirkan peringatan kemerdekaan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang telah disiapkan pemerintah daerah,” tuturnya.
Dengan masih dibukanya pendaftaran hingga Rabu, Puskesmas Surantih berharap jumlah peserta akan terus bertambah sehingga target 80 anak dapat tercapai. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kesehatan preventif sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa khitan bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga penting bagi kesehatan anak.













