PESISIR SELATAN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (20/7/2026), memicu banjir di dua nagari, yakni Nagari Lakitan Tengah dan Nagari Lakitan Timur. Ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak setelah air meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai 1,8 meter di sejumlah titik.
Berdasarkan laporan Pemerintah Nagari Lakitan Tengah yang ditandatangani Wali Nagari Afrisol, banjir mulai menggenangi sejumlah kawasan usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
Ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 180 sentimeter, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan ratusan kepala keluarga terdampak.
Beberapa lokasi yang terdampak cukup parah di antaranya Dusun Tarandam, Seberang Pulai, Dusun Tangah Pasar Minggu, kawasan Koto Lamo–Simpang Tiga Koto Lamo, Solok Kampai, Jalan Air Kalam–Tanjung Durian, hingga Sawah Laweh Kampung Tanjung Durian.
Di Nagari Lakitan Timur, banjir juga merendam Kampung Koto Rawang. Wali Nagari Lakitan Timur, Zul Hendra Defi, melaporkan sedikitnya 85 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa terdampak akibat luapan air dengan ketinggian sekitar satu hingga satu setengah meter.
Sementara itu, laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan menyebutkan banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIB akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pos Kambang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah nagari serta kepala kampung setempat.
Hasil pantauan dilapangan menunjukkan belum ada warga yang harus dievakuasi karena seluruh masyarakat masih dapat bertahan di rumah masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Armen, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengerahkan personel untuk melakukan asesmen dampak bencana.
“Tim TRC BPBD sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan, berkoordinasi dengan pemerintah nagari, serta memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Hingga saat ini belum ada warga yang perlu dievakuasi, namun petugas tetap bersiaga karena genangan air di beberapa titik masih belum surut,” ujar Armen kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai maupun daerah rendah agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih berpotensi turun hujan.
BPBD bersama pemerintah daerah juga terus memperbarui data kerusakan dan jumlah warga terdampak sebagai dasar penanganan lanjutan apabila kondisi banjir kembali meningkat.
Banjir yang kembali melanda wilayah Lengayang ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa waktu terakhir berulang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan hulu hingga daerah aliran sungai. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

















