Hujan Lebat Diprediksi Meluas di Pesisir Selatan, BMKG Terbitkan Peringatan Dini

DAERAH, HEADLINE37 Dilihat

SUMATERA BARAT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Selasa (21/7/2026). Sejumlah daerah di Kabupaten Pesisir Selatan diprediksi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Dalam pembaruan peringatan dini yang dirilis BMKG pada pukul 14.30 WIB, cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.50 WIB dan berpotensi berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.

Di Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Batang Kapas, IV Jurai, Koto XI Tarusan, Sutera, dan IV Nagari Bayang Utara.

BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke wilayah Kecamatan Bayang dan daerah sekitarnya.

Selain Pesisir Selatan, potensi hujan lebat juga diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten lain di Sumatera Barat, di antaranya Kabupaten Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, hingga Kepulauan Mentawai.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh hujan berintensitas tinggi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, serta meluapnya aliran sungai.

Peringatan ini menjadi perhatian serius mengingat dalam dua hari terakhir sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Lengayang, telah dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang masih jenuh air berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir susulan maupun longsor apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana, terutama di sepanjang bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rendah, diminta untuk tetap waspada serta memantau perkembangan informasi cuaca resmi yang disampaikan BMKG.

BMKG juga mengingatkan pengguna jalan dan nelayan agar berhati-hati terhadap kemungkinan berkurangnya jarak pandang, jalan licin, angin kencang, serta sambaran petir selama cuaca buruk berlangsung.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan dampak bencana di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *