Longsor dan Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Tapan-Kerinci, Polisi Pastikan Jalan Kembali Normal

PESISIR SELATAN – Akses jalan penghubung Tapan–Kerinci di Kampung Jangki Ayam, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu (RAHUL) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali normal setelah sempat lumpuh akibat tanah longsor dan pohon tumbang, Sabtu malam (10/10/2026).

Material longsor yang menutupi badan jalan serta pohon tumbang yang melintang di jalur tersebut sempat menghambat arus lalu lintas. Kondisi itu dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga tanah di sekitar jalan mengalami longsor dan menimbun badan jalan di dua titik yang berdekatan.

Material tanah dengan ketinggian sekitar satu hingga dua meter menutup akses kendaraan. Situasi semakin sulit setelah pohon tumbang menimpa kabel listrik PLN hingga menyebabkan aliran listrik di kawasan sekitar mengalami pemadaman.

Mendapatkan informasi kejadian tersebut, jajaran Polres Pesisir Selatan melalui personel Polsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan, mengantisipasi potensi bahaya, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Kapolsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan, Iptu Usman Kamal, mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapan dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan.

“Begitu menerima informasi adanya longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Penanganan dilakukan bersama tim BPBD dan petugas PUTR agar material yang menghambat akses jalan bisa segera disingkirkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang tertutup material longsor membutuhkan penanganan cepat agar tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Tapan–Kerinci.

Di lapangan, personel kepolisian bersama tim gabungan bahu-membahu membersihkan material tanah dan pepohonan yang menghalangi badan jalan. Proses evakuasi material turut dibantu alat berat jenis loader yang dioperasikan Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah bekerja selama beberapa jam, tim gabungan berhasil menyingkirkan material longsor dan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Arus lalu lintas kembali dibuka pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.

Dengan kembali terbukanya akses tersebut, kendaraan kini dapat melintas setelah sebelumnya terhambat akibat bencana alam. Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati karena kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan, terutama di kawasan perbukitan dan jalur yang rawan bencana.

Kapolsek Basa Ampek Balai (BAB) Tapan, Iptu Usman Kamal mengimbau, masyarakat dan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah curah hujan yang masih tinggi.

Ia mengingatkan pengendara untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sepanjang perjalanan, khususnya pada titik-titik rawan longsor dan pohon tumbang. Jika hujan deras mengguyur dalam waktu lama, pengguna jalan diharapkan mempertimbangkan risiko perjalanan dan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Penanganan longsor di jalur Tapan–Kerinci ini menjadi bukti pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi bencana. Respons cepat petugas di lapangan tidak hanya membantu memulihkan akses transportasi, tetapi juga mendukung keselamatan masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed