PESISIR SELATAN — Perjuangan Resmiweri (47), korban kecelakaan mobil odong-odong di Bukit Pulai, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akhirnya berakhir duka.
Resmiweri, warga Kampung Muara Pandan, Nagari Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Korban mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, Resmiweri tidak sadarkan diri sejak kecelakaan yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Keponakan korban, Windi, mengatakan jenazah Resmiweri langsung dibawa pulang ke kampung halaman menggunakan ambulans.
“Kini jenazah tante sedang berada dalam perjalanan ke kampung. Jenazah tante diantar langsung dengan ambulans,” ujar Windi.
Sebelum meninggal dunia, Resmiweri menjalani perawatan intensif di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kondisinya sempat kritis akibat sejumlah cedera serius yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut.
Windi mengatakan, kaki korban yang patah telah menjalani operasi pada Jumat (6/11/2026) dini hari. Operasi berlangsung sekitar lima jam, mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Selain patah kaki, Resmiweri juga mengalami patah rahang. Namun, bagian tersebut belum sempat menjalani operasi. Sementara bagian pinggang korban yang diduga mengalami patah tulang masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Windi, korban sebelumnya juga mengalami perdarahan pada bagian otak. Selang yang dipasang untuk mengeluarkan cairan akibat perdarahan tersebut telah dilepas.
Namun, keluarga mendapat penjelasan dari dokter bahwa pembengkakan pada otak korban membutuhkan tindakan operasi. Kondisi korban yang belum sadarkan diri membuat tindakan tersebut belum dapat dilakukan.
“Operasi itu tidak bisa dilakukan dan harus menunggu tante sadar dahulu. Sebab, kalau dipaksakan akan membahayakan tante,” ucap Windi kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Namun, harapan keluarga agar Resmiweri kembali sadar dan menjalani pemulihan akhirnya pupus setelah korban meninggal dunia pada Sabtu malam.
Resmiweri merupakan salah satu korban kecelakaan tunggal mobil odong-odong yang membawa rombongan ibu-ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Nagari Sungai Tunu Barat menuju Pantai Sago untuk mengikuti kegiatan tablig akbar atau dakwah wisata BKMT Provinsi Sumatera Barat.
Kecelakaan terjadi di pendakian Bukit Pulai, Kecamatan Batang Kapas, sekitar pukul 07.30 WIB. Kendaraan yang membawa sekitar 20 orang tersebut mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan hingga bergerak mundur dan menghantam dinding bukit.
Dalam situasi panik, Resmiweri yang berada di dalam kendaraan memilih melompat keluar. Ia kemudian terjatuh di tepi jalan dan mengalami sejumlah luka serius.
Setelah mendapat penanganan awal di RSUD M. Zein Painan dan RS Yos Sudarso, Resmiweri akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Kepergian Resmiweri menambah duka keluarga dan rombongan jamaah BKMT Sungai Tunu Barat. Perjalanan yang semula ditujukan untuk mengikuti kegiatan keagamaan di Pantai Sago berubah menjadi musibah yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.















