sumbarinvestigasi.com|Pessel – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan upacara dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, Senin (8/6/2026) di halaman Kantor Bupati setempat.
Upacara peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, asisten dan staf ahli beserta undangan lainnya.

Bupati Hendrajoni yang menjadi inspektur upacara, membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup, dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini sebagai momentum penting untuk merenungkan peran kita dalam menjaga bumi sekaligus menjadi dorongan aksi nyata, sebagai wujud komitmen nyata, demi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Disampaikan, dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran.
“Ketiga krisis ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial global.isu lingkungan hidup menjadi isu krusial bagi kelangsungan generasi mendatang,” tambahnya.
Dikatakan lagi, persoalan sampah menjadi bagian yang mempengaruhi perubahan iklim, disebabkan belum optimalnya dalam pengelolaan dan pengolahan sampah yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir sampah.
“Praktik ini tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan, tetapi juga pencemaran lingkungan, gas metan, dan ancaman terhadap kesehatan, kualitas hidup dan keberlanjutan ekosistem,” sampai Menteri dibacakan Bupati Hendrajoni.
Jadi, menurutnya, Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan hilir, dan harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, pada hari ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh indonesia untuk melakukan “gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga untuk indonesia asri,” sambungnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas PerkimtanLH melalui Kepala Bidang P3KL Andi Fitriadi Amdar yang juga bertindak sebagai Komandan Upacara menyampaikan, bahwa tujuan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global mengenai krisis lingkungan.
“Tujuan utama peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global mengenai krisis lingkungan dan mendorong tindakan nyata dari masyarakat, pemerintah, maupun korporasi dalam upaya melindungi dan melestarikan alam,” ulasnya.

Kemudian dalam naskah sambutan Menteri Lingkungan Hidup juga mengajak untuk mengambil langkah nyata, yakni :
1. Mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
2. Meningkatkan kesadaran dan budaya hidup bersih dan lestari, melalui kegiatan rutin yang menanamkan nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim.
3. Mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular, termasuk melalui bank sampah atau inisiatif lokal lainnya, serta menerapkan prinsip 3r (reduce, reuse, recycle) untuk mengurangi pencemaran dan limbah.
4. Melaksanakan penanaman pohon secara masif, dengan target 2 miliar pohon untuk memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon.
5. Memperkuat pengelolaan lingkungan, dengan memastikan sampah dan limbah dikelola aman, pencemaran dikurangi, dan kawasan hijau serta ekosistem dilindungi.
Setelah pelaksanaan upacara, Bupati Hendrajoni, Sekretaris Daerah Zainal Arifin beserta jajaran melakukan penanaman pohon di halaman Kantor Bupati setempat. (Aziz/Ald)
![]()
