PESISIR SELATAN — Kepanikan berubah menjadi kesedihan bagi Renodiwati (60), warga Kampung Ampalu, Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Rumah kayu sederhana yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama keluarga hancur setelah diterjang angin kencang dan badai pada Selasa sore, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Beruntung, naluri untuk menyelamatkan diri membuat Renodiwati dan seluruh anggota keluarganya lolos dari maut. Saat bangunan mulai bergoyang hebat dihantam angin, mereka bergegas keluar rumah dan berlari menuju rumah tetangga.
Renodiwati yang merupakan lansia tinggal bersama anak, menantu, dan tiga orang cucunya. Kini, mereka harus menumpang sementara di rumah tetangga setelah rumah yang menjadi tempat berteduh mereka roboh.
“Angin saat itu sangat kencang dan gemuruhnya menakutkan. Saat mendengar suara atap dan dinding kayu mulai berderik hendak roboh, saya langsung berteriak menyuruh anak, menantu, dan cucu-cucu berlari keluar rumah menuju rumah tetangga. Tidak ada lagi yang dipikirkan selain keselamatan nyawa kami,” kata Renodiwati mengingat peristiwa itu.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh struktur rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Musibah tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kecamatan Sutera dan jajaran kepolisian.
Pada Jumat pagi (7/8/2026), Camat Sutera Iwal, S.Pt., bersama Kapolsek Sutera Iptu Manatap Manik, turun langsung meninjau lokasi rumah korban di Kampung Ampalu.
Kedatangan keduanya bukan sekadar melihat kondisi reruntuhan. Mereka memastikan keselamatan keluarga korban sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan pascabencana.
Camat Sutera Iwal menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa keluarga Renodiwati. Ia mengatakan pemerintah kecamatan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan bantuan bagi korban.
Menurutnya, pihak kecamatan akan menginventarisasi tingkat kerusakan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan terkait bantuan darurat dan upaya rekonstruksi rumah korban.
“Pemerintah kecamatan akan memfasilitasi dan mengantarkan proposal bantuan rekonstruksi ke berbagai pihak terkait agar keluarga Renodiwati bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali,” ujar Iwal.
Sebagai bentuk kepedulian awal, Camat Sutera bersama Kapolsek Sutera juga menyerahkan bantuan sembako kepada Renodiwati dan keluarganya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban yang saat ini kehilangan tempat tinggal.
Renodiwati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah dan kepolisian yang datang langsung melihat kondisi keluarganya.
“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Bapak Camat, Bapak Kapolsek, dan warga yang sudah peduli. Harapan saya tidak banyak, hanya ingin rumah kami bisa dibangun kembali agar cucu-cucu bisa tidur dengan tenang dan punya tempat berteduh lagi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Camat Sutera Iwal juga mengajak pemerintah nagari dan masyarakat sekitar untuk terus menghidupkan semangat gotong royong guna membantu meringankan beban keluarga korban.
Menurutnya, bantuan tidak harus selalu dalam bentuk materi. Membersihkan sisa reruntuhan rumah, membantu kebutuhan harian, hingga memberikan dukungan moral juga sangat berarti bagi korban bencana.
Di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem dan berpotensi berubah cepat, Iwal mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, hujan deras yang disertai angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan hingga bencana lainnya.
“Mengingat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi terjadi, kami mengingatkan seluruh masyarakat Kecamatan Sutera agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di lingkungan masing-masing,” kata Iwal.
Bagi Renodiwati, perhatian dan bantuan yang datang setelah musibah menjadi penguat di tengah kehilangan. Rumahnya memang telah roboh, tetapi harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak masih terus dijaga.
Kini, harapan itu berada di tangan berbagai pihak yang diharapkan dapat bergandengan membantu keluarga lansia tersebut bangkit dari musibah.



















