Erna Juita Cetak Sejarah, Jadi Camat Perempuan Pertama di Tapan, Wabup Risnaldi Titip Pesan Penting

DAERAH, HEADLINE32 Dilihat

PESISIR SELATAN – Sejarah baru tercipta di kawasan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Erna Juita, SKM., MM., resmi menjabat sebagai Camat Basa Ampek Balai Tapan, sekaligus menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki jabatan camat di kawasan tersebut.

Penunjukan Erna bukan sekadar pergantian pejabat di tingkat kecamatan. Kehadirannya membawa harapan baru bagi penguatan pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat di kawasan Tapan yang dikenal strategis.

Erna Juita resmi menerima penyematan tanda jabatan dari Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain mencatat sejarah sebagai camat perempuan pertama di Tapan, pengangkatan Erna juga mengakhiri kekosongan jabatan definitif Camat Basa Ampek Balai Tapan yang berlangsung selama enam bulan.

Sebelumnya, jabatan tersebut diemban Syamwil, SSTP., MM., yang kemudian mendapat penugasan sebagai Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, UMKM dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk mengisi kekosongan jabatan, Bupati Pesisir Selatan sempat menunjuk Daniel Agustian, SST., M.CIO., yang juga menjabat sebagai Camat Lunang definitif.

Kini, kepercayaan memimpin Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan berada di tangan Erna Juita. Ia bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan daerah. Sebelum mendapat amanah tersebut, Erna pernah menjabat sebagai kepala bidang pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengalaman di bidang kesehatan dan pelayanan pemerintahan itu menjadi bekal tersendiri bagi Erna dalam menjalankan tugas barunya, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, berharap Erna mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap Ibu Erna dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jabatan camat bukan hanya tentang menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan, mendengar aspirasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Risnaldi, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, camat memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah kabupaten, pemerintahan nagari, dan masyarakat. Karena itu, kemampuan membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, serta merangkul berbagai elemen menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Risnaldi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Kita ingin pemerintahan di tingkat kecamatan berjalan harmonis, responsif, dan mampu mendorong percepatan pembangunan. Apalagi Tapan memiliki posisi strategis yang menghubungkan Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ucap Wabup.

Harapan tersebut menjadi penting mengingat Tapan dikenal sebagai kawasan segitiga emas yang mempertemukan wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu. Posisi geografis ini membuka peluang bagi pengembangan ekonomi, perdagangan, konektivitas wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, potensi tersebut juga menuntut tata kelola pemerintahan yang responsif, pelayanan publik yang semakin baik, serta koordinasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan. Kepemimpinan camat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kebutuhan masyarakat terakomodasi dan program pembangunan berjalan sesuai prioritas daerah.

Dengan demikian, penunjukan Erna Juita diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi perempuan di Tapan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan pemerintahan dan mendorong pembangunan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Prosesi penyematan tanda jabatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Staf Ahli Bupati Gunawan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dr. Syahrizal Antoni, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Agustina Rahmadani, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Beriskan.

Hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Marzan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Yozki Wandri, Kepala Dinas Sosial dan PPRA Ilham Syahputra, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Adril Yesmen, Kasatpol PP dan Damkar Dongki Agung Pribumi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau perwakilannya.

Dengan resmi menjabatnya Erna Juita, masyarakat kini menaruh harapan pada kepemimpinan yang mampu memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mengoptimalkan potensi Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Tantangannya bukan hanya menjalankan roda pemerintahan, melainkan memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat di kawasan strategis perbatasan tiga provinsi tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *